Sebuah Rutinitas: Antara Tangerang – Bekasi
Sebuah Rutinitas: Antara Tangerang - Bekasi, Sejak bulan Juni 2011 bertambah lagi satu rutinitas yang saya lakukan, yaitu pulang pergi (PP) Tangerang - Bekasi. Rutinitas ini terjadi karena per Juni 2011, secara saya resmi bergabung menjadi salah satu staff developer & support pada sebuah Konsultan IT di bilangan Bekasi Timur. Dalam satu minggu saya bisa dua sampai empat kali PP Tangerang-Bekasi, yaitu diantara hari Minggu sampai Kamis.
Hari Minggu biasanya diisi dengan kegiatan support training di tempat konsultan dan mengajar kuliah di sebuah kampus yang sama-sama berada di Bekasi Timur. Hari Senin, Selasa dan Kamis biasanya diisi dengan kegiatan implementasi atau kunjungan support ke tempat klien yang berada di kawasan Jabodetabek, hari Rabu kembali diisi dengan mengajar kuliah di Bekasi Timur sedangkan hari Jum'at dan Sabtu kerja di Tangerang.
Beberapa bulan pertama masih menyesuaikan diri dengan kondisi, terutama perjalanan PP dari Tangerang - Bekasi yang lumayan menguras energi. Kalau sebelumnya berangkat ke tempat kerja bisa ditempuh hanya dalam waktu 15 menit, sekarang harus ditempuh dengan 1 sampai 2 jam perjalanan. Kecuali hari minggu bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 50 menit.
Karena perjalanan yang relatif jauh, saya memilih menggunakan angkutan umum bus kota dari Tangerang ke Bekasi, dengan harapan masih bisa beristirahat di tengah perjalanan. Biasanya saya menggunakan bus Agra Mas atau AJA P dari Cikokol Tangerang. Walaupun melayani trayek yang sama, tetapi Agra dan AJA mempunyai rute yang berbeda. Agra melalui rute Terminal Poris - BSD - JORR TB. Simatupang - Jati Asih - Keluar Tol Bekasi Timur - Terminal Bekasi, sedangkan AJA melalui rute Terminal Poris - Kebon Nanas - Kebon Jeruk - Tol Dalam Kota - keluar Tol Bekasi Timur - Terminal Bekasi.
Jika menggunakan Agra, waktu tempuh sampai Terminal Bekasi bisa sampai 2 jam bahkan pernah sampai 2,5 jam gara-gara terjebak macet, sedangkan jika menggunakan AJA waktu tempuh bisa mencapai 1,5 sampai 2,5 jam dan khusus hari minggu bisa ditempuh dalam waktu 45 menit. Hal ini tentunya berpengaruh pada jam berangkat kerja, saya harus sudah berangkat paling telat jam 6.45 dari rumah. Tentunya harus bangun lebih pagi lagi.
Kalau menggunakan Agra perjalanan relatif aman dari macet, hanya di beberapa titik saja yang sering terjadi kemacetan, tetapi karena rute yang memutar dan lebih jauh dari rute AJA maka perjalanan bisa sampai 2 jam. Salah satu kebiasaan yang saya lakukan selama perjalanan adalah mendengarkan musik favorit atau terkadang beristirahat (tidur) jika memungkinkan. Salah satu kelebihan menggunakan Agra adalah mendapatkan bis yang lebih nyaman, realtif lebih bersih, lebih wangi serta AC yang maknyuss dinginnya. Terlebih kalau mendapatkan bus yang dari Jepang, suasana perjalanan serasa di Jepang kalau kata orang, walaupun saya sendiri belum pernah ke Jepang.
Sedangkan kalau menggunakan AJA, rute perjalanan jadi lebih pendek tetapi biasanya terhadang macet sepanjang tol dari Tangerang sampai Tomang, jadi sampai di Terminal Bekasi tetap aja sekitar 2 jam. Tinggal kita menyesuaikan dapat atau naik bus apa dari Cikokol. Salah satu hal yang kadang terjadi adalah jadwal bus yang telat dari Tangerang, terutama hari Sabtu dan Minggu. Pernah harus menunggu sampai 50 menit di Cikokol sampai mendapatkan bus yang ternyata sepi penumpang.
Selama masa awal menjalani rutinitas ini banyak pelajaran yang bisa saya dapatkan, salah satunya harus pandai mengatur dan lebih disiplin terhadap waktu. Selain itu harus tetap bisa menjaga stamina karena perjalanan yang lumayan jauh, karena bagaimanapun kesehatan adalah yang utama. Itulah sekelumit kisah mengenai Sebuah Rutinitas: Antara Tangerang - Bekasi.
Selamat beraktifitas dan semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin.
Sumber gambar : bismania.com dari thread ini dan ini.


Waduh,,!
dapet fee ngga tuh pa dari Agra sama AJA…?
wkwkwk